Tampilkan postingan dengan label Unggulan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unggulan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Oktober 2011

Ketika Cinta Berbicara (Part III)

By" Arya Dwipangga.




Part 3

****
Akhir nya , Dzakwan pun tiba di pondok pesantren


…)

Malam semakin larut ,,,,
Kunang-kunang menghias dalam kegelapan
Pijar lampu-lampu temaram,tertempel menghias pada tiap-tiap dinding rumah penduduk penduduk.


***

Di sebuah kamar, Dzakwan tengah beristirahat
Terasa sulit mata nya untuk terpejam.
Di ambil nya sebuah kitab,,,

Lembaran demi lembaran Ia baca dan memaknai akan arti yg tersirat .
Kekhusuan nya mulai pudar,,,,tatkala tiba-tiba dalam pikiran nya terbayang wajah Dzakya.


Lama semakin lama bayangan itu semakin kuat dalam ingatan nya.



Kegalauan hati meraja,,,,
Kerinduan menggunung,,,
Benih cinta mulai tumbuh di hati nya.


****


Sejenak Dia bangun,,,,dan pergi ke belakang hendak cuci muka dan sekalian ambil air wudhu.
Dzakwan mencoba untuk membaca ayat suci al-Quran,
Dan berharap dengan membaca ayat suci al-Quran Ia dapat melupakan wajah Dzakya yg slalu membayangi dalam pikiran nya.


…)

Di buka nya surat Yaasin,,,,
Di baca nya sekhusu husu nya, namun semua itu hanya sia-sia
Bayang baying Dzakya semakin melekat di pikiran nya dan menjalar ke dalam hati nya.


****


“ya,,,Ilahi”,…!!!!!!!!!!!!!!

“Kasihanilah hamba-Mu yang lemah ini. Engkau Maha tahu atas apa yang menimpa diriku. Aku tak ingin kehilangan cinta-Mu.
Namun Engkau juga tahu, hatiku ini tak mampu mengusir pesona kecantikan seorang makhluk yang Engkau ciptakan.
Saat ini hamba sangat lemah berhadapan dengan daya tarik wajah dan suaranya Ilahi, berilah padaku cawan kesejukan untuk meletakkan embun-embun cinta yang menetes-netes dalam dinding hatiku ini.

“ya,,,Ilahi”,,,,,,!!!!!!!!!!!!!

“tuntunlah langkahku pada garis takdir yang paling Engkau ridhai.
Aku serahkan hidup matiku untuk-Mu.”


…)

Isak tangis mengharu biru pada Tuhan Sang Pencipta hati, cinta, dan segala keindahan semesta.



Dzakwan terus meratap dan mengiba.
Hatinya yang dipenuhi gelora cinta, terus ia paksa untuk menepis noda-noda nafsu. Anehnya, semakin ia meratap embun-embun cinta itu ,semakin deras mengalir, Rasa cintanya pada Tuhan.
Rasa takut akan azab-Nya, Rasa cinta dan rindu-Nya padaDzakya, Dan rasa tidak ingin kehilangannya.
Semua bercampur dan mengalir sedemikian hebat dalam relung hatinya.
Dalam puncak munajatnya ia pingsan.



Menjelang subuh, ia terbangun. Ia tersentak kaget. Ia belum shalat tahajjud. Beberapa orang tampak tengah asyik beribadah bercengkerama dengan Tuhannya.
Ia menangis, ia menyesal. Biasanya ia sudah membaca dua juz dalam shalatnya.

****

“Ilahi,,,,, jangan kau gantikan bidadariku di surga dengan bidadari dunia.
Ilahi, ,,,hamba lemah maka berilah kekuatan!”


…)


Begitu pun Dzakya,,,,sama hal nya perasaan nya terhadap dzakwan.
Kemelut cinta nya yg menggelora hingga Ia pun lupa akan status dan keimanan yg dia anut.
Dzakwan hanya seorang musyafir,,,,yg berjalan di atas roda kehidupan yg sederhana.
Sedangkan Dzakya, seorang putri sodagar kaya yg selalu berlimpah ruah dengan kekayaan.
Dan 1 hal lagi sebuah perbedaan keyakinan .


…)


Ketika Dzakya tengah asyik di dalam kamar nya, sambil mendendangkan syair-syair cinta.
Terusik telinga nya tatkala selentingan Ia mendengar suara ayah nya tengah bercengkerama dengan sesorang di teras rumah nya.
Rasa penasaran pun menguntit hati nya,,,,,
Keluar lah Ia dari dalam kamar nya , ternyata ayah nya tengah asyik mengobrol dengan sahabat nya.

Di tengah obrolan mereka ,,,,sahabat ayah nya ternyata datang berniat ingin menjadi besanan dan mengangkat Dzakya sebagai menantu nya.

*****


“Hahahahaa,,,,,haaahahahaa,,,, !!!!!!!!!!! sepertinya itu ide bagus agar persahabatan kita menajadi sebuah persodaraan” ayah Dzakya menanggapi dengan rasa senang dengan niat sahabat nya.


…)


Seperti petir datang menyambar,,,di tengah cuaca yg cerah.
Hati nya Dzakya hancur luluh dalam puing puing cinta nya
Tetesan air mata mengucur deras dalam kesedihan nya
Seperti raga tak bernyawa,,,tak kuasa menahan tangis kepiluan atas perjodohan yg di rencana kan ayah nya.


**** BERSAMBUNG ****

Untai Kata Hatiku

Sunyi dan senyap ku rasa.
Tak ada satu suarapun terdengar di telingaku.

Entah karena aku yg menikmati kesendirianku,
Entah karena aku memang tercampakkan.

Ku tertunduk,entah karena sedih atau malu.
ku koyak - koyak setiap lembaran dalam hidupku.

Masih adakah orang yang peduli padaku.
Masih adakah orang yang sanggup membahagiakanku.

Ku coba tahan isak tangis dalam diriku.
Pingkal memingkal tubuhku tergoncang.

menahan pedih dari hidupku.
Akankah semua ini berakhir...

Ku coba selimuti rasa gundaku padanya.
Namunras a cemas yang ada.

Ku coba tutupi rasa kasihku,
Namun rasa rindu yng menghantam.

Tubuhku mulai mengigil kembali.
Entah karena dingin ,entah karena tak sanggup menahan Emosi.

jengkel, resah, Cemburu,Takut, Cemas semua berbaur jadi satu.
Akupun tetunduk kembali dalam lamunanku.

Ku telan rasa pahit dalam kesendirianku.
ku teguk rasa pedih dalam ke sunyianku.

Duhai hati yang rapuh.
Haruskah aku mengais kasih untuk mu.

Haruskah aku memungut cinta untuk mu.
Haruskah aku menenggelamkan diri tuk dapatkan belas iba mu.

Aku bagaikan kura-kura dalam tempurung.
mencoba tegar dalam kerapuhanku.

mencoba kuat dalam kelemahanku.
mencoba senyum dalam tangisku.



Shofia Aisyah Husna
SAH/4/10/11

Tasbih CINTA

Wahai calon imanku..
Ketika nafas ini terhembus hanya desah ku meminta
Ku inginkan kau ingat padaNYA
Ketika namaku kau sapa
Wahai jodohku
Tasbihkan CINTA ketika Cinta Memangil atas CINTA
Tiap detak jantung kan berdesir ketika tasbih rindu menggema d alam KASIH
Wahai calon imanku
Ulurkan kasihmu Tukku menuju HAKIKINYA CINTA
biarkan bibir kan basah akan tasbih RINDU Yg membaur d qalbu





※mutiara hati※
MH/4/10/11

Senin, 03 Oktober 2011

Lirih Hati

Bibir hati keluhkan rasa
Landaikan ingin merajang sukma
Raga beku kelamkan qolbu
Tenggelamkan ingin dalam anganku

Hasrat pilu meredam di jiwa
Ringkih dalam tetapan cinta
Walau rindu bertajuk menggebu
Singkirkan aral datang menghalang

Kerap hati getarkan rasa
Tuntun angan dalam pencarian
Harap kasih datang menjemput
Bawa melayang jauh ke awan nirwana

Biduk kasih bersampan laju
Lirih hati tetap merindu
Walau jarak jadi pengganjal
Hati tetap lirihkan rasa



*******************************
=======* By: Inayah* =======
,,,,,,,,,,,,,,,**********,,,,,,,,,,,,,,,
*******************************
AI/19/6/11

NUSABANIAH

Kami adalah kaum hawa
Kami bukanlah kaum yang lemah karena sifat kami

Kami bukanlah kaum yang manja karena karakter kami
Kami bukanlah kaum yang cengeng karena kelemahan kami.

Kami adalah panutan bagi sang penerus
Kami adalah penuntun bagi sang musyafir

Kami adalah penawar bagi ular yang beracun
Kami adalah ibu bagi calon para khilafah

Suara kami lantang saat mengucap kebenaran
Suara kami tegas saat mengemban amanat

Pandangan kami tertunduk bila itu merusak
Pandangan kami terpuruk bila itu menusuk

Kami adalah Bidadari yang mampu menghiasi dunia
Kami adalah Bidadari yang telah di tunggu di telaga Hud

Kami adalah Nusabaniah...
Kami berjuang tuk membela yang benar

Kami berjuang tuk membela amanat
Kami hadir tuk tegakkan yang bengkok

Yaa Rasulullah.....
Jadikanlah kami seperti Nusabaniah

Rela melindungi khalifahnya yang benar
Yang kedatangannya engkau tunggu di telaga Hud.


Shofia Aisyah Husna
SAH/13/7/11

Ketika Cinta Berbicara (Part II)

By" Arya Dwipangga.

part 2.

Bissmika allahuma ahya wa bissmika amuts,,,,
Seraya terucap Do’a dari mulut Dzakwan.
Perlahan Ia memejamkan mata nya, tak terasa malam pun berlalu hingga pagi pun menjelang.
Seuasai sholat shubuh,,,Dzakwan pun berkamas diri dan siap untuk berangkat ke kota.
Dengan seekor kuda dan bekal secukup nya, dia pun berangkat ke Kota.

“ Bismillah,,,,,,Ya Allah, berikan lah hamba mu ini keselamatan dalam perjalanan ini”


Tuk,,,,Tak,,,Tuk,,,,Tak,,,,,,,,,,!!!!!!!!!
Bunyi sepatu kuda yg di tunggangin Dzakwan dan berangkat lah Ia meninggal kan kota nya.
Waktu pun terus berlalu,,,seiring mentari semakin beranjak naik pada pusaran langit yg membiru.
Semilir nya angin yg sepoi-sepoi menerpa tubuh Dzakwan dan meberikan kesejukan di antara nya.
Cuaca pada siang itu tak terlalu cukup panas,,,bahkan sang awan pun mengikuti perjalanan dan memberi kan keteduhan di sepanjang jalan yg di lalui nya.

Hampir seperempat nya hari perjalanan tlah di lalui,,,,dan mentari pun tepat berada di atas tengah-tengah langit.
Dzakwan pun berhenti sejenak,dan hendak beristirahat.

“ Seperti nya waktu sholat Dzuhur telah tiba “

Dzakwan bergumam sambil menepuk pundak sang Kuda .
Perlahan Ia turun dari kuda sambil melirik ke kanan dan kiri sambil mencari pohon untuk mengikat tali Kuda nya.

“ Subhanallah,,,,,Sungguh besar atas ke agungan Mu,,,yg telah menciptakan hamparan bumi beserta isi nya yg sangat begitu indah “

Dzakwan menghampiri sebuah sungai kecil dan hendak mengambil air Wudhu.
Di ambil lah selembar daun pisang dan di gelar lah sajadah yg dia bawa dari rumah,dengan kekhusuan Dia mulai sholat nya.

“ Bismillah,,,,”
“ Usholi fardhu Dzuhri arba’a rokataini mustaqbillal qiblati a’daan lillahi ta’ala “
Allahu,,,,,,Akbar,,,,,!!!!!!!!!!!

Seusai Dia melaksanakan sholat nya ,,,Dzakwan mengambil sepotong Roti dan minuman , di makan dan diminum lah sebagia pengisi perut nya yg sejak tadi lelah dalam perjalanan.
Sore pun menjelang,,,tanpa di sadari bahwa Ia telah tersesat di dalam hutan.

“ Asstagfirullah,,,,aku telah tersesat, kemana jalan yg harus aku lalui “
“ya,,,Allah berikan lah hamba mu ini petunjuk mu”

Seketika Dzakwan kaget ,,,,,Asstagfirullah,,,!!!!! Seekor ular menghadang tepat berada di hadapan nya.

“ Ya,,,Allah,,,Bila mana itu Ular utusan mu tunjukan lah hamba mu ini jalan keluar dari hutan ini dan bila mana Ular itu hendak mencelakai ku usir lah dia atas dengan kuasa mu”

Ada hal aneh dengan ular itu mata nya tajam melihat Dzakwan seakan memberikan isyarat bahasa dan Dzakwan pun denganterdiam sambil menatap pula tatapan mata dari si ular.
Ular itu pun berlalu pergi dan Dzakwan mengikuti nya dari belakang,,,,ternyata ular itu adalah petunjuk dari Allah,,,yg membantu Dzakwan keluar dari tersesat nya perjalan nya.

Tiba lah Dzakwan pada suatu perbatasan kota,,,hari pun mulai gelap dan Dzakwan beristirahat di salah satu rumah penduduk setempat.
Malam mulai terasa dingin ,,,kerlip bintang-bintangdengan indah nya menghiasi cakrawala malam.
Angin pun bernyanyi dengan suara hempasan dedaunan,,,

Nampak dari kejauhan,,,kerlip cahaya lampu dalam sebuah rumah yg megah bak istana.
Di sana ada seorang putri cantik jelita,,,dia bernama Dzakya ,Dia seorang putri sodagar kaya di kota itu .
Ke esokan pagi nya Dzakwan pun melanjut kan perjalanan nya, di tengah perjalanan terdengar tepat nya di sebuah kebun nan luas terdengar suara seseorang yg minta tolong.

“ TOLONG,,,,TOLONG,,,,TOLONG,,,,TOLONG,,,,,!!!!!!!!!!!!!!!!

Sejenak Dzakwan terhenti dan memperhati kan suara teriakan itu dan mencari tahu dari mana asal suara itu.
Setelah Ia tau dari mana asal suara itu Ia langsung bergegas dan melompat dari kuda nya.
Ternyata seorang gadis cantik yg minta tolong itu dan Ia adalah seorang putri sodagar kaya itu.
Dzakya terpelintir kaki nya ketika bermain di kebun nya,,,,Ya kebun yg luas itu adalah milik ayah nya.

Dzakya :
“ Trima kasih,,,atas pertolongan nya, kalau boleh tau siapa kisana dan seperti nya kisana baru pertama kali ya datang ke kota ini ”

Dengan kepala yg tertunduk Dzakwan menjawab,,,karna tak mampu Dzakwan untuk menatap wajah Dzakya, dan bukan muhrim nya untuk di pandang .

Dzakwan:
“ Aku ,,aku datang dari kota kecil di seberang, aku datang kemari karna ada suatu undangan dari sebuah pondok pesantren AL-AZHAR,,,nama ku DZAKWAN….”

Dzakya :
Kau kah Dzakwan dari kota kecil itu,,,sungguh senag nya saya bisa melihat anda secara langsung, karna biasa nya aku hanya mendengar cerita –cerita dari orang-orang saja.

Dzakwan:
Maksud nya,,,,,,??????

Dzakya :
Mungkin anda pertama kali menapakan kaki di kota ini tapi nama anda sudah lbih dulu hadir di tengah-tengah kota ini dan menjadi buah bibir di stiap pembicaraan para penduduk.
Dzakwan adalah seorang yg ahli ibadah dan taat dengan ajaran nya itu lah yg bnyak di perbincangkan di kota ini.

Sebagai ucapan terima kasih karna telah menolong saya,,,ini ada sedikit kenang-kenangan .

Dzakya memberi sebuah selendang kesukaan nya untuk di beri kan kepada Dzakwan,,,,dan dzawakwan pun menerima nya .
Sebagai timbale balik pula Dzakwan memberi nya sebuah tasbih yg sering di pakai Dzakwan untuk berdzikir.
Pada mula nya Dzakya sempat menolak pemberian dari Dzakwan di karna kan Ia adalah seorang non Muslim.
Karna sebagi menghormati pemberian maka di terima lah Tasbih itu dan menganggap nya sebuah kenang-kenangan.
Usai sudah pertemuan mereka ,,,Dzakya pun pamit untuk segera pulang dan dzakwan pun melanjut kan perjalanan nya kembali.
Di dalam perjalanan pulang Dzakya sering tersenyum sendri ,,,,hati nya seakan-akan berbunga-bunga terasa ada yg lain di dalam hati nya,
Dalam hati nya bergumam,,,,,,,,!!!!!!!!!!!!!
” Apa yg di kata kan orang-orang ternyata benar Dzakwan seseorang sosok pria idaman setiap para kaum Hawa…..hheemm,,,,andai saja dia menjadi kekasih ku amat bahagia nya hati ini. ”


***** Bersambung *****

Di Balik CADAR

SERIBU DOA UNTUK RACHMAT TERCURAH
TERPAPARKAN DALAM SETIAP UNTAI DOA

SEJUTA TANYA PADA SETIAP NETRA MEMANDANG
KADANG TERSIMPAN BERIBU PRASANGKA

NAMUN KAMI KOKOHKAN DIRI KAMI DENGAN IMAN
TAK PEDULI AKAN HINA DAN CERCAAN

TONGKAT YANG KEKAR MASIH KU PEGANG
SEBAGAI PETUNJUK JALANKU DI SAAT TERSESAT

SYARE'AT ADDIEN YANG MEMBERI ARAH
QUR'AN YANG MEMBERIKAN BERJUTA ILMU

SUNNAH RASUL YANG AJARKAN KEBIASAAN
TAUHID YANG AJARKAN KEESAAN_NYA

SUNGGUH ... KU COBA KOKOHKAN CADAR INI
WALAU PENUH BERIBU RINTANGAN

SENJATA KAMI AQIDAH DENGAN PELURU IMAN
KAN KU BIDIKKAN PADA SETIAP YANG MENCERCA

PAHIT DAN LARA HANYALAH SETITIK DARI KENIKMATAN
JATUH BANGUN HANYALAH PELAJARAN DARI HIDUP

DI BALIK CADAR INI PENUH DENGAN SEJUTA RASA
RASA INDAH BILA MEMANDANGNYA

RASA SAYANG BILA TERSENTUHNYA
RASA NYAMAN BILA BERSAMANYA

RASA TENTRAM BILA DI SAMPINGNYA
DAN RASA INDAH BILA BERSAMANYA

KAMI COBA JAGA TUTUR SANTUN KAMI
KAMI COBA JAGA AKHLAQ KAMI

KAMI TUNDUKKAN PANDANGAN KAMI
BILA ITU MERUSAK IMAN KAMI

KAMIPUN COBA BUNGKUS RAPI HATI KAMI
TUK YANG TERUTUS JADI IMAM KAMI






Shofia Aisyah Husna
SAH/3/10/11

Love Hurt

Lembaran itu kini tlah usang di kunyah laksa gundah..
...
Aku hanya bisa mengenang tanpa bisa memaknai

Aku hanya bisa mengulum gamang dalam nestapa jiwa..

Masihkah ada pijar lentera itu ?

Masih adakah teduh yang seperti dulu ?

aachhh,,
yang ku dapati hanya gurat bayangan gelap masa silam..

Namun semerbak jejak aroma wangi itu masih dapat menyentuh qalbu ku yang terdalam..

kini..

Tinggalah
sebuah kenangan yang mungkin masih kau simpan atau tlah engkau lupakan..

Luca wisnu_

Usang jejak yang tertapak
Meniti waktu melintas di rimbun belantara kelam

Jingkat langkah terantuk lebat onak
Tak lelah ku berpacu dengan gamang angan Dalam sitatap redup kenangan

Tak kau anggapkah pijar damar yang ku tawarkan ??

Love Hurt _

Aku tau usang kisah ku..

membuka kembali pun, tak yakin ku mampu..

Haruskah ku ganti lembaran itu..?
Atau biarkan saja terberai..?

Kisah ku belumlah usai..

Dan,,
Haruskah ku sambut pijar damar mu tuk gantikan redup Bias bara ku
demi tuntaskan alur kisah ini..?

Dan bilakah ku ulurkan tangan ini meraihmu..?


Luca Wisnu_
Masih saja repih pilu menghasut qolbu mu

Sisakan jelaga pekat, samarkan bentang titian jejak mu

Sudahlah,,

Biarlah terberai usang kisah itu

Di lindas roda jentera waktu yang kian pongah tinggalkan masa mu

Tak cukup kah binar damar ku biaskan terang di hatimu ??

Love Hurt _

Sayang,,
pekat sudah tutur akal ku yang hanya tinggal sejengkal itu..

Dan hati ini pun terlalu lugas hingga mampu melongok hingga dalamnya rasamu untuk ku..

Namun apakah yang kan menjadi pijak ku..?

katakanlah,,

Biar waktu kian bergulir mengganti rona wajah dunia..

Ach haruskah ku pasrahkan saja..

Ataukah ?

Aku yakinkan hatiku sendiri,,
Kalau damai itu ada disisimu..?

Luca Wisnu_

Sejengkal kelam tak jua beranjak

Menyita batas rasa hingga tak peduli tentang sirat jiwa

Tolong,, dengarkan

Sepatah titah yang tlah tertutur rapi menghias kisi hatimu

Sandarkan pijak penat mu saat jingkat langkahmu terasa lelah

Dan tak usahlah ragu tentang risau langit yang kusam kelam

Masih tetap ada jingga damai menghias rahsa di sukma mu...

Love Hurt _

Hmmm,,
Ingin ku beranjak dan pergi,,

Berpijak pada lembutnya putih lazuardi..

Ohh,, begitu indah mimpi yang kau suguhkan malam ini

Anganku terbuai dalam kembara hasrat yang melayang..

Sunggguh

Apakah ini hanya sekedar mimpi..?

Akankah nyata kan ku dapati..?

Bila..
kuterbangun esok pagi..

Entah lah,.

Luca Wisnu_

Hmmm...
Malam masih panjang terbentang

Sabit pun tak jengah lagi bercumbu dengan kelam

Jangan dulu dirimu beranjak
pergi

Tuntaskan dulu sedepa mimpi dalam buai ayun tetirah bintang yang menghias malam

Rindu yang tak terpatah walau rentang jarak menyulut gagu

Di antara sulam angan di hampar bingkai mimpi
Ku kulum mandah syair mu
Dalam hinggar degup jantung yang kian memburu...

Love Hurt _

ingin kurengkuh damai ini, dalam balutan romansa rindu...

Gapailah jemariku dalam taut rasa yang membiru

ku takkan pernah beranjak darimu..

Biarlah sang rembulan cemburu

melihat engkau dan aku bertemu
Dalam hampar permadani biru

Luca Wisnu_

Dalam kembara mimpi
Saat jemari saling bertaut

Ada hangat mengalir pelan

Merambah di tiap simpul nadi darahku

Biarlah rembulan pekikkan seribu
cemooh

Nikmati sahaja kebersamaan ini hingga tercipta romansa rindu di relung qolbu...




Luca Wisnu
LW/1/10/11

SEPI

Ku mengetuk gerbang puri hatimu
Sesaat limbung waruga beku
terkapar di gulung gelang gelang galau

Dalam kabut kegelapan
Gumuli gelinjang gelisah ku
Ketika sepi menghisap sisa asa

Kini ku terkurung dalam keranda malam
Tertatih merayap,
menyisir tabir kelam,
Terjerat tebaran jala jemari merejam
benamkan ku ke lembah pengasingn
merangkak menggapai sulur bayang

Dalam sekat dinding sepi yang mengurung
Tergurat gurit2 kidung ati

Dalam bait bait aksara mati
Mengetuk gerbang purimu
Jamahi nestapak jiwa ku

Nyai,,
Jangan biarkan ku melusuh menanti mu..



Luca Wisnu
LW/3/10/11

Ketika Cinta Bicara (Part I)

by : Arya Dwi Pangga



Di suatu malam,,,tengah berdiri seorang pemuda Dzakwan nama nya.

dalam kesunyian malam,,,dalam kesendiriian nya mata nya tertuju pada indah nya bintang -bintang yg menghias cakrawala malam yg tak luput jua menghadir kan purnama yg indah.



Pagi menjelang dan ayam-ayam pun mulai berkokok membangun kan orang-orang yg tengah masih lelap tertidur.

Adzan subuh pun mulai berkumandang di tiap-tiap Mesjid.

Dzakwan pun mulai terbangun dari lelap nya,,,dan hendak bergegas menunaikan ibadah sholat subuh.



Fajar pun mulai menyingsing,,,

memberikan kehangatan pagi.

Dzakwan pun mulai beranjak dari bangun dzikir nya yg rutin ia lakukan sesudah sholat subuh.



Dzakwan,,,,tinggal di sebuah Kota kecil

dia tinggal seorang diri.

Dzakwan di kenal Orang sebagai Ahli Ibadah,,,Bukan hanya akhlak nya yg Mulia, tapi dia juga mempunyai wajah yg cukup tampan dan Kaum hawa mana yg tak kan jatuh hati pada diri nya.

terlebih bila Aura paras nya yg terpancar ,,,,

Bagai kan mentari pagi yg memberikan kehangatan

dan seperti senja yg memberi kan ke indahan bila malam pun menjelang.



Suatu ketika,,,,Melayang lah sepucuk surat dari suatu Pondok Pesantren yg tengah berada di kota Besar.

Lewat seorang Dusun,,,sampai lah pula surat itu kepada Dzakwan.



Tertulis dalam surat itu,,,,





Asslm,,,,Wr,,,,Wb.



Teruntuk Ya Habiballah,,,Dzakwan.





Terlampir dalam surat ini,,,,Kami dari segenap pengurus Pondok Pesantren AL_AZHAR .

ingin mengundang Ya Habiballah Dzakwan,,,,untuk berkenan hadir dan meluangkan waktu sedikit untuk Kami.

Sudi kira nya Ya Habiballah Dzakwan,,,menapaki kaki nya ,,,menuju tempat kami.

seperti Allah yg telah memberikan jalan pada matahari,

yg menerbit kan nya di sebelah Timur dan menengelam kan nya di Ufuk barat.





Wassalam,,,,,Wr,,,,Wb.









Dzakwan pun beranjak dan berdiri.

di cari nya secarik kertas dan alat tulis

dan Ia pun membalas surat itu

Yg isi nya",,,,,,





"Matahari pun tak pernah lelah menyinari Bumi ini.

Bahkan tak pernah mengeluh untuk setiap terang yg dia berikan.

dan Allah,,,pun yg telah mengatur semua nya.

Tak pantas rasa nya aku untuk menolak undangan ini,,,dan mungkin ini suatu kehormatan bagi ku.

Bersama jalan yg di Ridhoi_Nya,,,,,Insyaallah aku kan datang untuk memenuhi undangan nya."





Dan di lepit lah surat itu dan di masukan ke dalam sebuah amplop dan di berikan kepada seorang Dusun tersebut agar untuk menyampai kan nya kembali kepada pondok Pesantren AL_AZHAR.



Sore pun menjelang,,,

seusai Dzakwan menunaikan ibadah sholat Ashar,

Dzakwan pun tengah bergegas menyiap kan kebutuhan untuk bekal esok perjalanan nya.



senja pun mulai larut,,,

dan saat malam pun menjelang.

kerlip bintang-bintang mulia menghiasi malam

Bulan pun mulai menampakan indah nya kesempurnaan nya dalam purnama.



*********BERSAMBUNG*********



Salam santun yg penuh cinta dan damai.