Senin, 03 Oktober 2011

Ketika Cinta Berbicara (Part II)

By" Arya Dwipangga.

part 2.

Bissmika allahuma ahya wa bissmika amuts,,,,
Seraya terucap Do’a dari mulut Dzakwan.
Perlahan Ia memejamkan mata nya, tak terasa malam pun berlalu hingga pagi pun menjelang.
Seuasai sholat shubuh,,,Dzakwan pun berkamas diri dan siap untuk berangkat ke kota.
Dengan seekor kuda dan bekal secukup nya, dia pun berangkat ke Kota.

“ Bismillah,,,,,,Ya Allah, berikan lah hamba mu ini keselamatan dalam perjalanan ini”


Tuk,,,,Tak,,,Tuk,,,,Tak,,,,,,,,,,!!!!!!!!!
Bunyi sepatu kuda yg di tunggangin Dzakwan dan berangkat lah Ia meninggal kan kota nya.
Waktu pun terus berlalu,,,seiring mentari semakin beranjak naik pada pusaran langit yg membiru.
Semilir nya angin yg sepoi-sepoi menerpa tubuh Dzakwan dan meberikan kesejukan di antara nya.
Cuaca pada siang itu tak terlalu cukup panas,,,bahkan sang awan pun mengikuti perjalanan dan memberi kan keteduhan di sepanjang jalan yg di lalui nya.

Hampir seperempat nya hari perjalanan tlah di lalui,,,,dan mentari pun tepat berada di atas tengah-tengah langit.
Dzakwan pun berhenti sejenak,dan hendak beristirahat.

“ Seperti nya waktu sholat Dzuhur telah tiba “

Dzakwan bergumam sambil menepuk pundak sang Kuda .
Perlahan Ia turun dari kuda sambil melirik ke kanan dan kiri sambil mencari pohon untuk mengikat tali Kuda nya.

“ Subhanallah,,,,,Sungguh besar atas ke agungan Mu,,,yg telah menciptakan hamparan bumi beserta isi nya yg sangat begitu indah “

Dzakwan menghampiri sebuah sungai kecil dan hendak mengambil air Wudhu.
Di ambil lah selembar daun pisang dan di gelar lah sajadah yg dia bawa dari rumah,dengan kekhusuan Dia mulai sholat nya.

“ Bismillah,,,,”
“ Usholi fardhu Dzuhri arba’a rokataini mustaqbillal qiblati a’daan lillahi ta’ala “
Allahu,,,,,,Akbar,,,,,!!!!!!!!!!!

Seusai Dia melaksanakan sholat nya ,,,Dzakwan mengambil sepotong Roti dan minuman , di makan dan diminum lah sebagia pengisi perut nya yg sejak tadi lelah dalam perjalanan.
Sore pun menjelang,,,tanpa di sadari bahwa Ia telah tersesat di dalam hutan.

“ Asstagfirullah,,,,aku telah tersesat, kemana jalan yg harus aku lalui “
“ya,,,Allah berikan lah hamba mu ini petunjuk mu”

Seketika Dzakwan kaget ,,,,,Asstagfirullah,,,!!!!! Seekor ular menghadang tepat berada di hadapan nya.

“ Ya,,,Allah,,,Bila mana itu Ular utusan mu tunjukan lah hamba mu ini jalan keluar dari hutan ini dan bila mana Ular itu hendak mencelakai ku usir lah dia atas dengan kuasa mu”

Ada hal aneh dengan ular itu mata nya tajam melihat Dzakwan seakan memberikan isyarat bahasa dan Dzakwan pun denganterdiam sambil menatap pula tatapan mata dari si ular.
Ular itu pun berlalu pergi dan Dzakwan mengikuti nya dari belakang,,,,ternyata ular itu adalah petunjuk dari Allah,,,yg membantu Dzakwan keluar dari tersesat nya perjalan nya.

Tiba lah Dzakwan pada suatu perbatasan kota,,,hari pun mulai gelap dan Dzakwan beristirahat di salah satu rumah penduduk setempat.
Malam mulai terasa dingin ,,,kerlip bintang-bintangdengan indah nya menghiasi cakrawala malam.
Angin pun bernyanyi dengan suara hempasan dedaunan,,,

Nampak dari kejauhan,,,kerlip cahaya lampu dalam sebuah rumah yg megah bak istana.
Di sana ada seorang putri cantik jelita,,,dia bernama Dzakya ,Dia seorang putri sodagar kaya di kota itu .
Ke esokan pagi nya Dzakwan pun melanjut kan perjalanan nya, di tengah perjalanan terdengar tepat nya di sebuah kebun nan luas terdengar suara seseorang yg minta tolong.

“ TOLONG,,,,TOLONG,,,,TOLONG,,,,TOLONG,,,,,!!!!!!!!!!!!!!!!

Sejenak Dzakwan terhenti dan memperhati kan suara teriakan itu dan mencari tahu dari mana asal suara itu.
Setelah Ia tau dari mana asal suara itu Ia langsung bergegas dan melompat dari kuda nya.
Ternyata seorang gadis cantik yg minta tolong itu dan Ia adalah seorang putri sodagar kaya itu.
Dzakya terpelintir kaki nya ketika bermain di kebun nya,,,,Ya kebun yg luas itu adalah milik ayah nya.

Dzakya :
“ Trima kasih,,,atas pertolongan nya, kalau boleh tau siapa kisana dan seperti nya kisana baru pertama kali ya datang ke kota ini ”

Dengan kepala yg tertunduk Dzakwan menjawab,,,karna tak mampu Dzakwan untuk menatap wajah Dzakya, dan bukan muhrim nya untuk di pandang .

Dzakwan:
“ Aku ,,aku datang dari kota kecil di seberang, aku datang kemari karna ada suatu undangan dari sebuah pondok pesantren AL-AZHAR,,,nama ku DZAKWAN….”

Dzakya :
Kau kah Dzakwan dari kota kecil itu,,,sungguh senag nya saya bisa melihat anda secara langsung, karna biasa nya aku hanya mendengar cerita –cerita dari orang-orang saja.

Dzakwan:
Maksud nya,,,,,,??????

Dzakya :
Mungkin anda pertama kali menapakan kaki di kota ini tapi nama anda sudah lbih dulu hadir di tengah-tengah kota ini dan menjadi buah bibir di stiap pembicaraan para penduduk.
Dzakwan adalah seorang yg ahli ibadah dan taat dengan ajaran nya itu lah yg bnyak di perbincangkan di kota ini.

Sebagai ucapan terima kasih karna telah menolong saya,,,ini ada sedikit kenang-kenangan .

Dzakya memberi sebuah selendang kesukaan nya untuk di beri kan kepada Dzakwan,,,,dan dzawakwan pun menerima nya .
Sebagai timbale balik pula Dzakwan memberi nya sebuah tasbih yg sering di pakai Dzakwan untuk berdzikir.
Pada mula nya Dzakya sempat menolak pemberian dari Dzakwan di karna kan Ia adalah seorang non Muslim.
Karna sebagi menghormati pemberian maka di terima lah Tasbih itu dan menganggap nya sebuah kenang-kenangan.
Usai sudah pertemuan mereka ,,,Dzakya pun pamit untuk segera pulang dan dzakwan pun melanjut kan perjalanan nya kembali.
Di dalam perjalanan pulang Dzakya sering tersenyum sendri ,,,,hati nya seakan-akan berbunga-bunga terasa ada yg lain di dalam hati nya,
Dalam hati nya bergumam,,,,,,,,!!!!!!!!!!!!!
” Apa yg di kata kan orang-orang ternyata benar Dzakwan seseorang sosok pria idaman setiap para kaum Hawa…..hheemm,,,,andai saja dia menjadi kekasih ku amat bahagia nya hati ini. ”


***** Bersambung *****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar