terbenam waktu yang berlalu
memenjarakan pada kelam yang membelenggu
tak ku rasa ini sembilu menusuk raga ku
wahai kau perintis asa pemusnah segala
bila suara nyata
kau baur dengan rasa
aku lah yang dusta
aku lah durjana
bila kilah kau luah tak ku rasa
hina itu menyergah di dada
menggoyah segala gundah
ketika aksara di gurah bersama darah
aku tenggelam dalam segarnya merah
menyatu dengan sembab di dalam batin
yang meraung dengan sesak
yang membentang
jika dapat ku pulir hati
ku pungkiri hari kan ku usaikan
rasa ini dan akhiri nyawa dengan
selimut darah yang akan menebar
dalam raga yang gersang
membawa sejuta kenangan
Lee Cleopatra
8.11.11
Selasa, 08 November 2011
Sabtu, 05 November 2011
Jauh Di Keabadian (Lee)
menjauh di keabadian tanpa kau
pandang aku yang membentang
kelakar orang
tak kau bilang betapa hati
dipenuhi hibah yang menyerang
setiap sunyi datang
lurus kau berjalan
setiap sunyi datang
lurus kau berjalan
tanpa hirau aku yang memandang kuyu
karena mengharap kau berbalik
dan hinggap dalam pelukan
sang lembayung kelam,
sang lembayung kelam,
sang ironi malang merungguk sesak malam
menyesatkan aku pada sketsa buram
menyesatkan aku pada sketsa buram
tentang sebuah cemooh burung di pagi hari
yang selalu berdendang
memecah semua gendang pendengaran
aku masih membayang kau datang
memecah semua gendang pendengaran
aku masih membayang kau datang
dengan menghias sejuta senyuman di bibir yang ranum
aku masih menunggu pada tempat itu
di mana kau berlalu meninggalkan aku
wahai kau permaisuri hatiku
merayu lewat aksara tak bersuara
datang padaku
wahai kau permaisuri hatiku
merayu lewat aksara tak bersuara
datang padaku
kita rajut hari indah di masa mendatang
tak peduli payah tak peduli lelah
asal kau selalu ada
dalam hembusan nafas ku
tak peduli payah tak peduli lelah
asal kau selalu ada
dalam hembusan nafas ku
yang mulai akan punah
Lee Cleopatra
LC/5/11/11
BIDADARIKU MALANG (Lee)
terus ...terus ...terus...dan terus
seorang bidadari malam
berkelana mengais beban hina
untuk sepiring kebutuhan
inilah bidadari yang berjalan
gemulai di tengah panas yang hina
siap menerkam dan menyantap raganya
bidadari malang bidadari ku
sayang dalam lembah nista kau gemulai
tapi dalam nyata kau terbuang
bagai sampah yang tak berperasaan
kau kapit sejuta luka kau
sembunyi kan sejuta fatwa kalam yang ada
kau hias dunia dengan warna
yang menghunus segala rasa
dan bila waktu tiba segumpal
harap kau ratap tuk menyudahi
dunia kelam yang meningkat
bidadari ku menangis dan
merundung penat menahan pekat dunianya
bidadari ku masihkah kau
menunggu keajaiban dan
membebaskan beban berjalan
seperti gadis lain yang tanpa hinaan
tanpa rasa yang menyakiti raga
Lee Cleopatra
LC/5/11/11
Jumat, 04 November 2011
PERIH (Lee)
sakit lagi,lagi perih merasuk sukma ku
mengoyak ngoyak gumpalan hati ku
terkatup kelu
aku mengaku bahwa kau yang meninggalkan ku
hamparan bintang tak lagi ku rasa indah
saat goresan tinta mulai punah
cahaya bulan tak lagi ku rasa megah
hanya gambaran tuk menutupi segala kepalsuan
andai langit mengasihi ku dan menunjukan kebohongan mereka
mungkin hati tak akan terpaut pada keindahan dan keanggunan
bias sementara yang berakhir nestapa
patutkah aku penjarakan rasa
dan menyalahkan dia dengan rasa yang sudah terlanjur ada
aku berseru pada alam jagat raya
meluah sejuta luka sejuta rasa yang tak lagi bermakna
karena tersakiti cinta
kembalikan aku pada indahnya dunia balita
putar waktu tlah berlalu ada
dan biarkan aku merubah peristiwa kelam yang ada
agar aku menjadi selayaknya mereka
Lee Cleopatra
4.11.11
Selasa, 01 November 2011
Gemuruh Hati - DALAM DIAM (Inayah)
Ricuhnya suasana hati yang riang
Tenggelamkan semua perih yang ada
Dendam cinta bersatu padu dalam rasa
Pecahkan hening nya dinding qolbu
Lirik langkah dalam lamunan
Bait syair berkalam fatwa
Penuh santun dalam bersabda
Goncangkan alam dengan serapah
Gemuruh rindu berkecamuk lirih
Gemparkan rasa dalam dada
Himpit kasih dalam dekapan lara
Luruhkan rindu bergemuruh di hati
Dinding cinta berkalung asmara
Rindu menyatu dalam lamunan
Aral melintang lewati batas
Tembus rangsangan luluhkan hati
Gemuruh cinta tancapkan rasa
Indah mengembang sebarkan senyum
Pilu meradang pupuskan rindu
Hantamkan pilu dengan kasih nya...
Anie Inayah, 1/11/11
Takbir Cinta - Dalam Diam (Inayah)
Kibar Asmara terbit rindu
Kirab kasih tautkan hati
Senyum manis getarkan jiwa
Sungkurkan rintih dalam sendu
Hati riang bercampurkan gundah
Kerapkan rasa sebarkan cinta
Tuduhkan rindu kuatkan hati
Kumandangkan takbir cinta suci
Bilik hati kuatkan rindu
Asa mengulang sisihkan penat
Runtuh jiwa berdinding karang
Pekatkan fatwa penuh aksara
Resah hati berguling cemas
Sungkurkan gelisah di sudut hati
Asma cinta bertajuk sayang
Bawa melayang ke Alam nirwana
Genggam erat secercah kasih
Dalam puing berkalam asma
Getir pilu selimuti awan hati
Dengan kumbara takbirkan cinta
Kirab kasih tautkan hati
Senyum manis getarkan jiwa
Sungkurkan rintih dalam sendu
Hati riang bercampurkan gundah
Kerapkan rasa sebarkan cinta
Tuduhkan rindu kuatkan hati
Kumandangkan takbir cinta suci
Bilik hati kuatkan rindu
Asa mengulang sisihkan penat
Runtuh jiwa berdinding karang
Pekatkan fatwa penuh aksara
Resah hati berguling cemas
Sungkurkan gelisah di sudut hati
Asma cinta bertajuk sayang
Bawa melayang ke Alam nirwana
Genggam erat secercah kasih
Dalam puing berkalam asma
Getir pilu selimuti awan hati
Dengan kumbara takbirkan cinta
**************************
Salam KaNgEn DaLaM DiAm.......!
**************************
Anie Inayah
AI/1/11/11
AI/1/11/11
Fatwa Pujangga (Inayah)
Dawai bergema lantunkan syair pujangga
Irama hati dalam tarian gemulai
Kasih berseri taburkan asmaradana
Kilau sinar dalam pijaran
Pandang asmara sang penghuni istana
Hati berdenting lantang
Tembuskan fatwa dalam surga nirwana
Duhai kau sang pengelana hati
Tancapkan pedang fatwamu
Dalam goresan kalam indah meliuk
Di dinding istana goncangkan seluruh alam mada....!
Anie Inayah
AI/1/11/11
Irama hati dalam tarian gemulai
Kasih berseri taburkan asmaradana
Kilau sinar dalam pijaran
Pandang asmara sang penghuni istana
Hati berdenting lantang
Tembuskan fatwa dalam surga nirwana
Duhai kau sang pengelana hati
Tancapkan pedang fatwamu
Dalam goresan kalam indah meliuk
Di dinding istana goncangkan seluruh alam mada....!
Anie Inayah
AI/1/11/11
Langganan:
Postingan (Atom)


