Rabu, 05 Oktober 2011

Ketika Cinta Berbicara (Part IV)

By" Arya Dwipangga.


Part 4
---------

…)


Di antara Dzakwan dan Dzakya memang belum ada ikatan yg pribadi, dan mereka pun belum saling mengutara kan isi hati mereka masing-masing.



****


Keesokan hari nya ,,,,,!!!!!!!!



akhir nya,,,,, Dzakya mengutarakan isi hati nya lewat sepucuk surat yg Ia kirim kan kepada Dzakwan, melalui seorang juru sisir yg dapat Ia percaya.
Dengan rasa percaya dirinya, bahwa Dzakwan pasti menerima cinta nya.
meski pertemuan mereka baru sekali ,,,,
Ia yakin bahwa Dzakwan pasti masih mengingat nya, karna selendang yg Ia berikan kepada Dzakwan yg akan slalu mengingat nya.


Dengan perasaan sedih dan haru Ia menulis surat itu



…)



“Teruntuk Dzakwan”


Maaf,,, atas surat ku
Maaf ,,,, atas lancang nya goresan pena ini.
Gelora hati yg memaksa ku untuk menulis surat ini

Dari awal pertama kita bertemu, hasrat jiwa ku tercipta cinta yg terpendam.
Sosok jiwa mu telah masuk dalam relung hati ku, Maaf,,,aku telah mencintai mu.

Aku berharap cinta kita kan menjadi nyata, dan engkau mau membawa ku dengan cinta mu pergi jauh meninggal kan kota ini.

Karna aku akan hendak di jodoh kan dengan putra sahabat ayah ku ,,,”Kharim” nama nya.
Hati ku berontak tak bisa menerima cinta yg lain selain cinta mu.

Maaf kan aku,,,,yg telah mencintai mu…….!!!!!!



“ Dzakya “



….)


Seusai membaca surat, Dzakwan pun mengambil kertas dan membalas nya



“ Teruntuk Dzakya “



Aku terlahir di dunia ini karna cinta
Dan, kan ku berikan cinta ini sepenuh nya kepada pemilik cinta, yaitu,,, Allah,,,!!!!
Dia lah yg mencipta kan cinta dan Dia pula yg memberikan hati pada tiap-tiap insan.
Tak dapat ku paling kan cinta ini untuk nya,,,

Dan bila mana Dia,,,telah ciptakan cinta lain dan menitipkan nya dalam hati ku dan cinta nya adalah diri mu , maka kan kuserah kan cinta itu kepada Nya,,,,
Biar lah Dia yg mengatur cinta itu ,,,
Dan ikhtiar ku, untuk menjadi kan cinta itu sebagai ibadah bukan suatu dosa.

Kembalikan lah cinta itu semua nya kepada Allah,,,,!!!!!!!!



“ Dzakwan “




****


Setelah membaca surat balasan dari Dzakwan,,,,,Dzakya merasa bergetar hati nya seperti gemuruh dalam hati nya.
Kaku dan lunglai tubuh nya seperti kaku tak dapat di gerakan.
Butiran air mata nya menetes,,,,menyadari penyesalan akan perbuatan cinta nya yg menjerumus kan pada suatu dosa.
Dan seketika itu, Allah,,,telah memberikan nya suatu hidayah , dan terketuk lah pintu hati nya .
Kalimah syahadat telah di ucap kan,,,,,islam telah di anut nya.


Hari demi hari telah di lewati ,,,ada sedikit kelegaan hati nya Dzakya,
Meski dia harus menjalin cinta dengan cara sembunyi- sembunyi dari orang tua nya.
Tapi dia yakin untuk memperjuangkan cinta nya.

Dengan cara diam-diam ,,,
Tiap hari dia datang ke mesjid untuk minta bimbingan belajar tentang Islam kepada Dzakwan.
Di sana dia mulai belajar cara sholat dan membaca ayat suci Al’quran.
Kebahagian mulai menyelimuti hati nya, walaupun perjodohan nya kanmenjadi batu sandungan dalam cinta nya.



…)


Suatu ketika,,,!!!

disaat orang tua nya Dzakya sedang bercengkerama, ibunya Dzakya menanyakan pada suami nya tentang perjodohan anak nya.


“ ya Abbi,,,apa engga sebaik nya perjodohan itu di tanya kan dulu pada Dzakya, apa dia mau di jodoh kan dengan putra sahabat mu.”

“ Pokok nya dia harus mau”,,,,,!!!! Terasa cetus suami nya menjawab.
“ karna di kota ini tidak ada lagi laki-laki yg cocok untuk dia, kharim adalah satu-satu nya laki-laki yg cocok untuk suami nya anak kita, dan kharim juga anak orang kaya juga sederajat dengan kita”.

“ tapi,,,tapi,,,,,,,!!!!!! Ibunya Dzakya menegas kan.
Kharim memang putra dari sahabat mu dan sederajat dengan kita, tapi Abbi apa tidak melihat kelakuan nya itu , yg suka mabuk-mabukan,,,suka berjudi ,,,,dan sering sekali dia tidur dengan wanita-wanita penghibur”.

“Akkhh,,,,,semua kan bisa berubah,,,,,” !!!!!!!! suami nya menyelak.
Bila Kharim sudah di nikah kan pasti kan berubah”.



….)


Merasa lelah untuk memberi nasihat kepada suami nya, akhir nya ibunya Dzakya langsung terdiam dan hanya bisa berdo’a yg terbaik untuk anak nya.



*****


Pagi yg indah dan cerah,,,
saat Dzakya terbangun dari tidur malam nya.
Mentari pagi menyambut nya dengan senyuman , burung-burung kecil bernyanyi riang di depan jendela kamar nya.
Tetesan embun yg mulai menguap oleh terpaan sinar mentari pagi.
Seperti biasa ,,,,tiap pagi Dzakya mengisi nya dengan olah raga kecil di halaman rumah nya.

Tak terasa jam pun bergulir dan siang telah menjemput.
Seperti biasa kala jam menunjukan jam 12 siang , Dzakya pergi ke Mesjid dengan sembunyi-sembunyi untuk menjalan kan sholat Dzuhur dan sekalian belajar ilmu agama bersama Dzakwan.


Seperti pepatah mengatakan,,,,

“ sepandai pandai nya tupai melompat akhir nya kan jatuh jua , sepandai pandai nya menyimpan bangkai suatu saat kan ke cium juga”.

Seusai Dzkaya belajar dan hendak pulang , dari kejauhan kharim melihat Dzakya keluar dari mesjid .
Hati nya kharim bertanya tanya “Apa yg di lakukan Dzakya di situ”,,,,,,,,,,!!!!!!!!

Kharim pun menghampiri seseorang yg berada di dekat situ,,,

“ Mohon Maaf Pak ,,,,saya mau Tanya , Siapa perempuan itu dan hendak apa yg di lakukan nya”

Dengan agak terheran si Bapak pun menjawab,,,,,!!!!!!!!

“ Oohh,,,,Dia Dzakya , dia adalah kekasih nya Dzakwan yg belum lama ini menjadi Muallaf,,,Dia masuk islam setelah mereka menjalin hubungan”


*****

Alangkah kaget nya Kharim mendengar nya,,,,
Karna wanita yg suatu saat kan menjadi istri nya telah mencintai orang lain dan lebih kaget nya lagi dia telah masuk islam.
Dan seketika itu kharim langsung pulang,,,,
Dengan sangat tergesa gesa dan emosi kharim langsung pergi ke rumah Dzakya dan langsung melapor kan nya ke ayah nya Dzakya.

Seperti hujan deras dengan petir yg menggelegar,,,
Luapan emosi yg memuncak , memerah nya raut wajah ayah nya Dzakya, setelah tahu yg terjadi dengan anak nya.
Amarah nya kian merajam hati nya,,,



**** bersambung ****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar